You are currently viewing Mengenal Gakeslab dan ASPAKI: Asosiasi Utama Pengusaha Alat Kesehatan di Indonesia

Mengenal Gakeslab dan ASPAKI: Asosiasi Utama Pengusaha Alat Kesehatan di Indonesia

Perkembangan industri kesehatan di Indonesia tidak lepas dari peran aktif berbagai organisasi dan asosiasi profesi yang menaungi para pelaku usaha di sektor medis. Bagi masyarakat umum maupun calon pengusaha di bidang alat kesehatan (alkes), istilah Gakeslab dan ASPAKI mungkin sudah sering terdengar. Kedua organisasi besar ini memegang peranan kunci dalam mengawal regulasi, menjamin mutu sarana kesehatan, serta mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.

Meskipun sama-sama bergerak di sektor peralatan medis dan laboratorium, terdapat perbedaan mendasar pada fokus anggota, peran strategis, serta fungsi utama dari kedua asosiasi ini dalam ekosistem kesehatan Indonesia.

Profil Gakeslab Indonesia: Wadah Penyalur dan Distributor Alat Kesehatan

Gakeslab yang memiliki kepanjangan Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium merupakan salah satu organisasi penyedia alat kesehatan tertua dan terbesar di Indonesia. Didirikan sejak dekade 1970-an, organisasi ini menghimpun perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, pendistribusian, impor, hingga rantai pasok alat kesehatan dan peralatan laboratorium di seluruh wilayah Nusantara.

Sebagai wadah nasional, Gakeslab memiliki jaringan kepengurusan yang tersebar di puluhan provinsi di Indonesia. Peran utama dari organisasi ini meliputi:

  • Menjamin Kepastian Rantai Pasok: Memastikan penyaluran produk alkes dari produsen hingga sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium secara aman dan legal.

  • Pengawasan Standar Distribusi: Membina para anggotanya agar senantiasa mematuhi regulasi Penyalur Alat Kesehatan (PAK) serta standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

  • Jembatan Komunikasi: Menjadi mitra strategis pemerintah dan rumah sakit dalam merumuskan kebijakan pengadaan sarana medis serta memfasilitasi kebutuhan pasar domestik.

Profil ASPAKI: Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia

Di sisi lain, ASPAKI merupakan singkatan dari Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia. Sesuai dengan namanya, organisasi ini secara spesifik menaungi entitas bisnis dan industri manufaktur dalam negeri yang memproduksi peralatan medis, bahan habis pakai (consumables), hingga instrumen laboratorium karya anak bangsa.

ASPAKI berdiri sebagai bentuk komitmen para pelaku industri lokal untuk mendorong kemandirian kesehatan nasional agar Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada produk-produk impor dari luar negeri. Fungsi strategis ASPAKI meliputi:

  • Penguatan Industri Manufaktur Lokal: Mendorong peningkatan kapasitas produksi pabrik alkes dalam negeri agar mampu menghasilkan produk berstandar internasional.

  • Peningkatan Nilai TKDN: Berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengawal kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar produk manufaktur lokal mendapatkan prioritas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

  • Pengembangan Inovasi dan R&D: Memfasilitasi riset dan pengembangan teknologi medis mutakhir agar produsen lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun ekspor global.

Apa Beda ASPAKI dan Gakeslab?

Memahami perbedaan antara ASPAKI dan Gakeslab sangat penting bagi pemangku kepentingan yang ingin menjalin kemitraan atau memahami alur industri medis di Indonesia. Perbedaan utama dari kedua organisasi ini terletak pada cakupan sektor usaha anggotanya:

Parameter Perbedaan Gakeslab Indonesia ASPAKI
Fokus Utama Anggota Penyalur, distributor, agen tunggal, dan penyedia rantai pasok alat kesehatan/laboratorium. Pabrik, industri manufaktur, dan produsen alat kesehatan lokal dalam negeri.
Peran dalam Rantai Pasok Menghubungkan produk dari produsen (lokal/impor) ke end-user (rumah sakit/klinik). Merancang, mengolah bahan baku, dan memproduksi barang medis di fasilitas pabrik.
Regulasi Utama Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) & Penyalur Alat Kesehatan (PAK). Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) & Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Fokus Isu Strategis Logistik, efisiensi distribusi, izin edar penyalur, dan kemitraan dengan fasilitas medis. Penguatan manufaktur lokal, peningkatkan TKDN, substitusi impor, dan riset teknologi medis.